Nemanja Matic Curi Perhatian Mourinho, Siap Tampil di Piala Super Eropa?

Belum lama menjadi bagian dari Manchester United, gelandang serang Nemanja Matic langsung membuat pelatihnya Jose Mourinho terkesan. Diboyong dari Chelsea seharga 40 juta poundsterling, Matic terlihat apik dalam memainkan laga debutnya melawan Sampdoria di Aiva Stadium Irlandia pada hari Kamis pekan lalu.

Ini menjadi laga pra-musim pertama Matic, setelah sebelumnya tak diikutsertakan dalam tur pra-musim bersama Chelsea. Di laga kontra Sampdoria itu, MU mampu memenangkan laga dengan raihan skor 2-1. Meski tidak mencetak gol, tapi penampilan Matic saat itu dinilai sangat memuaskan.

Sang juru racik Jose Mourinho, yang mengawal anak asuhnya, menurunkan formasi 3-4-2-1. Ia pun terkesan dengan kegemilangan Matic sepanjang berada di atas lapangan. Mourinho juga tak segan langsung menjadikan pemain berusia  29 tahun sebagai starter di laga debutnya. Matic pun sepertinya tak ingin kecewakan Mourinho. Tampil di barisan tengah MU, Matic nyaris sempurna dalam memutus serangan lawan.

Meskipun baru seumur jagung bersama MU, namun Matic sudah banyak memberikan dampak positif untuk setan merah. Hal ini ditunjukkan dengan rataan jumlah operan yang mencapai angka 87% saat bertanding melawan Sampdoria. Angka yang mampu membuat Matic lebih unggul dari Paul Pogba yang hanya sekitar 76,2%. Walau Mourinho hanya memberi kesempatan Matic untuk bermain selama 45 menit , namun pria berusia 54 tahun itu merasa sangat puas dengan penampilan anak asuhnya.

Mourinho juga memuji Matic dengan menyebutnya sebagai pemain brilian. Matic juga mudah beradaptasi dengan semua pola permainan yang diajarkan oleh pelatih asal Portugal itu. Meskipun begitu, bagi Mourinho Matic masih perlu banyak rombakan terlebih untuk kondisi fisiknya. Mourinho pun mengungkapkan bahwa kedatangan Matic sangat membuatnya bahagia. Terlebih lagi saat semua pinangan MU termasuk Matic, Romelu Lukaku dan Victor Lindelof rela meninggalkan klub lama mereka demi bergabung di Old Traffod.

Sebenarnya Mourinho sendiri belum puas hanya mendapat tiga pemain baru. Kabarnya MU pun masih memperjuangkan pemain sayap Inter Milan, Ivan Perisic. Namun Mourinho mengaku jika dirinya tidak terlalu ngoyo untuk dapatkan Perisic. Hal ini disebabkan karena saat memboyong tiga pemain mahal tersebut, Mourinho mengaku bahwa klubnya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Untuk memboyong Lukaku dari Everton saja MU harus menggelontorkan uang sekitar 75 juta pound.

Terlepas dari kecemerlangan seorang Nemanja Matic dalam mengolah bola, ada hal lain yang cukup menggelitik dalam pertandingan melawan Sampdoria beberapa waktu yang lalu itu. Kejadian unik yang bermula ketika Matic yang hendak mengejar bola yang melaju keluar lapangan justru membuatnya kehilangan keseimbangan. Sempat akan terjatuh kaki Matic justru menendang bola ke kursi penonton. Bola liar itu mengenai wajah seorang perempuan berkacamata. Kejadian yang terjadi di menit ke-37 itu tak sengaja terekam kamera TV. Dalam rekaman itu, Matic terlihat menghampiri perempuan yang sedang menahan rasa sakit dan memeluknya sebagai permohonan maaf. Respon positif ditunjukkan oleh para penonton dengan memberikan tepuk tangan dan seruan untuk Matic.

Berkat penampilan apiknya ini, Nemanja Matic pun berkesempatan besar untuk tampil di laga Piala Super Eropa menghadapi Real Madrid pada hari Rabu (9/8/2017). Hal itu pula yang sempat dikatakannya pada wawancara pertamanya di MUTV. Matic merasa tak sabar untuk tampil melawan Real Madrid, walau dirinya juga tidak mau terlalu percaya diri akan diturunkan sebagai starter atau hanya dimainkan dari bangku cadangan oleh Jose Mourinho.

Gianluigi Donnarumma Dicap Pengkhianat

Gianluigi Donnarumma Dianggap sebagai PengkhianatPertemuan yang diadakan antara agen Donnarumma, Mino Raiola, dengan pihak AC Milan telah membuahkan hasil yang mengejutkan bagi semua orang, terutama para fans I Rossoneri. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mencari kejelasan mengenai masa depan Donnarumma sendiri, apakah ia ingin bertahan dan membela klub yang telah membesarkannya tersebut atau pilih hengkang ke klub lain demi mengejar kariernya sendiri. Jika ia memilih untuk tetap tinggal di Milan maka dirinya terpaksa harus dilepas kubu San Siro secara gratis tahun depan.

Pada akhirnya Donnarumma memutuskan untuk tidak bertahan di Milan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di musim panas ini, setelah agen Raiola dan pihak dari Milan tidak menemukan titik tengah dari kesepakatan untuk pemain muda berbakat tersebut. Kontrak Donnarumma sejatinya baru akan habis pada 2018 mendatang. Dengan begitu, mau tidak mau Milan harus menjual sang pemain di musim panas ini jika tidak mau rugi.

Kini Donnarumma bebas memilih dimana ia akan bermain karena telah banyak yang menawarkan kontrak padanya dengan berbegai nilai. Namun keputusannya tersebut membuat CEO Milan, Marco Fassone, terkejut sebab Milan telah mengajukan proposal yang bernilai tinggi sebagai perpanjangan kontraknya di San Siro. Akan tetapi pihak Donnarumma dan Raiola menyatakan bahwa mereka menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi ulang dan itu bukan hanya mengenai masalah ekonomi semata.

Alhasil, Donnarumma hanya akan bertahan di AC Milan hingga tanggal 30 Juni 2018, itupun jika ia tidak memutuskan untuk hengkang ke club lain pada musim panas ini. “Terus terang kami terkejut dengan keputusannya tersebut, sebab kami menaruh harapan bahwa ia akan menjadi kiper yang akan mengantarkan Milan berjaya. Tentu hal tersebut menimbulkan kekecewaan untuk Milan, akan tetapi sekarang kami harus tetap maju,” ungkap Fassone kepada media Sportlens.

Keputusan Donnarumma yang mengejutkan tersebut mengundang berbagai pendapat dari berbagai kalangan. Salah satu sosok yang memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut adalah mantan penjaga gawang Milan yang bermain pada era 1970an hingga 1980-an, Enrico Albertosi. Albertosi mengungkapkan pendapatnya mengenai keputusan Donnarumma yang menurutnya adalah hal yang tidak masuk akal. Menurutnya dengan hengkang ke klub lain maka ada kemungkinan bahwa dirinya tidak akan mendapatkan posisi sebagai kiper pilihan pertama.

“Donnarumma telah bermain dengan sangat baik di Milan, namun ia juga melakukan beberapa kesalahan selama ia berada di Milan. Dia telah menjadi pengkhianat dari klub yang telah membesarkan namanya hingga memberikannya kesempatan untuk bermain di liga utama Italia, Serie A, pada usia yang masih sangat muda yaitu 17 tahun. Menurut saya seharusnya dia membuat perjanjian terlebih dahulu dengan agennya karena biasanya pemain hanya mendapatkan keputusan akhir saja. Yang saya tahu, keputusannya untuk meninggalkan Milan adalah salah besar,” ungkap Albertosi kepada media Football-Italia.

Debutnya di Serie A pada tahun 2015 lalu saat berusia 17 tahun membuatnya disebut sebagai kiper termuda kedua yang bermain di Serie A. Ia terlihat sukses menunjukkan kemampuannya hingga kemudian I Rossoneri menjadikannya sebagai kiper pilihan pertama. Sejak ia bergabung dengan AC Milan, tercatat ia telah membela Milan pada 72 pertandingan dari berbagai kompetisi yang diikuti Milan. Bakatnya dibawah tiang gawang juga menarik perhatian pelatih tim nasional Italia yang kemudian memanggilnya pada bulan Agustus tahun lalu. Sejak saat itu Donnarumma tidak pernah luput dari incaran klub-klub besar di berbagai liga, beberapa diantaranya adalah Manchester United dan Real Madrid.

Tanpa kepercayaan Milan, mungkin Donnarumma saat ini masih berada di akademi oleh karena itu keputusan Donnarumma dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap AC Milan. Jika melihat dari sisi Milan, tentunya mereka telah menawarkan yang terbaik yang bisa mereka berikan. Namun nyatanya penawaran tersebut masih dirasa kurang oleh Donnarumma dan Raiola. Tidak mengherankan jika kemudian agen tersebut kebanjiran kritikan pedas dari berbagai pihak karena dianggap tidak melakukan tugasnya dengan baik. Karena tindakannya, manajemen Milan tentunya tidak akan senang karena merasa tidak dihormati oleh Raiola. Tapi memang keputusan akhir ada di tangan Donnarumma, tentu saja mereka berhak meminta bayaran tinggi yang mereka rasa pantas untuk menghargai kemampuan yang dimiliki oleh Donnarumma.