Gianluigi Donnarumma Dicap Pengkhianat

Gianluigi Donnarumma Dianggap sebagai PengkhianatPertemuan yang diadakan antara agen Donnarumma, Mino Raiola, dengan pihak AC Milan telah membuahkan hasil yang mengejutkan bagi semua orang, terutama para fans I Rossoneri. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk mencari kejelasan mengenai masa depan Donnarumma sendiri, apakah ia ingin bertahan dan membela klub yang telah membesarkannya tersebut atau pilih hengkang ke klub lain demi mengejar kariernya sendiri. Jika ia memilih untuk tetap tinggal di Milan maka dirinya terpaksa harus dilepas kubu San Siro secara gratis tahun depan.

Pada akhirnya Donnarumma memutuskan untuk tidak bertahan di Milan dan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di musim panas ini, setelah agen Raiola dan pihak dari Milan tidak menemukan titik tengah dari kesepakatan untuk pemain muda berbakat tersebut. Kontrak Donnarumma sejatinya baru akan habis pada 2018 mendatang. Dengan begitu, mau tidak mau Milan harus menjual sang pemain di musim panas ini jika tidak mau rugi.

Kini Donnarumma bebas memilih dimana ia akan bermain karena telah banyak yang menawarkan kontrak padanya dengan berbegai nilai. Namun keputusannya tersebut membuat CEO Milan, Marco Fassone, terkejut sebab Milan telah mengajukan proposal yang bernilai tinggi sebagai perpanjangan kontraknya di San Siro. Akan tetapi pihak Donnarumma dan Raiola menyatakan bahwa mereka menemukan beberapa hal yang harus dievaluasi ulang dan itu bukan hanya mengenai masalah ekonomi semata.

Alhasil, Donnarumma hanya akan bertahan di AC Milan hingga tanggal 30 Juni 2018, itupun jika ia tidak memutuskan untuk hengkang ke club lain pada musim panas ini. “Terus terang kami terkejut dengan keputusannya tersebut, sebab kami menaruh harapan bahwa ia akan menjadi kiper yang akan mengantarkan Milan berjaya. Tentu hal tersebut menimbulkan kekecewaan untuk Milan, akan tetapi sekarang kami harus tetap maju,” ungkap Fassone kepada media Sportlens.

Keputusan Donnarumma yang mengejutkan tersebut mengundang berbagai pendapat dari berbagai kalangan. Salah satu sosok yang memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut adalah mantan penjaga gawang Milan yang bermain pada era 1970an hingga 1980-an, Enrico Albertosi. Albertosi mengungkapkan pendapatnya mengenai keputusan Donnarumma yang menurutnya adalah hal yang tidak masuk akal. Menurutnya dengan hengkang ke klub lain maka ada kemungkinan bahwa dirinya tidak akan mendapatkan posisi sebagai kiper pilihan pertama.

“Donnarumma telah bermain dengan sangat baik di Milan, namun ia juga melakukan beberapa kesalahan selama ia berada di Milan. Dia telah menjadi pengkhianat dari klub yang telah membesarkan namanya hingga memberikannya kesempatan untuk bermain di liga utama Italia, Serie A, pada usia yang masih sangat muda yaitu 17 tahun. Menurut saya seharusnya dia membuat perjanjian terlebih dahulu dengan agennya karena biasanya pemain hanya mendapatkan keputusan akhir saja. Yang saya tahu, keputusannya untuk meninggalkan Milan adalah salah besar,” ungkap Albertosi kepada media Football-Italia.

Debutnya di Serie A pada tahun 2015 lalu saat berusia 17 tahun membuatnya disebut sebagai kiper termuda kedua yang bermain di Serie A. Ia terlihat sukses menunjukkan kemampuannya hingga kemudian I Rossoneri menjadikannya sebagai kiper pilihan pertama. Sejak ia bergabung dengan AC Milan, tercatat ia telah membela Milan pada 72 pertandingan dari berbagai kompetisi yang diikuti Milan. Bakatnya dibawah tiang gawang juga menarik perhatian pelatih tim nasional Italia yang kemudian memanggilnya pada bulan Agustus tahun lalu. Sejak saat itu Donnarumma tidak pernah luput dari incaran klub-klub besar di berbagai liga, beberapa diantaranya adalah Manchester United dan Real Madrid.

Tanpa kepercayaan Milan, mungkin Donnarumma saat ini masih berada di akademi oleh karena itu keputusan Donnarumma dianggap sebagai sebuah pengkhianatan terhadap AC Milan. Jika melihat dari sisi Milan, tentunya mereka telah menawarkan yang terbaik yang bisa mereka berikan. Namun nyatanya penawaran tersebut masih dirasa kurang oleh Donnarumma dan Raiola. Tidak mengherankan jika kemudian agen tersebut kebanjiran kritikan pedas dari berbagai pihak karena dianggap tidak melakukan tugasnya dengan baik. Karena tindakannya, manajemen Milan tentunya tidak akan senang karena merasa tidak dihormati oleh Raiola. Tapi memang keputusan akhir ada di tangan Donnarumma, tentu saja mereka berhak meminta bayaran tinggi yang mereka rasa pantas untuk menghargai kemampuan yang dimiliki oleh Donnarumma.

Is Playing For The Country Better Than Playing For A Club?

If you ask any professional player about whether it is a better privilege to represent the club on the country, everybody would opt for the nationalist in them and prefer the country. Most of them think that it is a very big privilege in order to be called for the national team, for any sport that they are a part of. In the same manner, a professional football player would usually say that they prefer to go for the national duty rather than play for the club.

However, what the ground reality states is that most of the players normally undertake playing for clubs, even when national duty is needed. There has been a lot of cases where in the players would prefer to go for taking a rest from club football and going on a vacation rather than playing for the national duty where they might end up sustaining an injury which puts them out of contention in the club football. After all, when you compare the salaries of playing for the national team in contrast with that paid by the club, you would realize that the national duty scenario does not stand a chance in the economic front.

However, there is a lot of unpredictability when it comes to international football. If there is a premier league, you know that some clubs are already top-heavy with a lot of talent and enough budgets in order to purchase many good players if there is a need for it. Most of the time the underdog story in playing for clubs does not come to fruition. However, the same cannot be told about international football, particularly those that happen during the World Cup. So, there is a certain amount of Romanticism, charisma and enchantment that players get when they play for the country.

However, the club in most of the circumstances also has a wonderful scenario where in players from all across the world will be able to meet and play for and against each other. This is a scenario where in the quality of the playing would only keep on increasing, and generation after generation of good players will be able to formulate themselves learning the skills of the trade in the field itself. Competitiveness along with a lot of power is something that has become a predictable feature in club football, and it is here to stay.

So, at the end of the day, if you are still thinking about whether club football or playing for the country is more important for the player, you realize that economics play a very big part in the decision. Many would say that money does not come before national duty, but the harsh reality states that people prefer to play for the club rather than to go for the ill-paid duty for the country. This is why one can honestly say that most professional players prefer to play for the club rather than the country.

Ernesto Valverde Resmi Menjadi Pelatih Baru Barcelona

ernesto valverde sang Pelatih Baru Barcelona

Barcelona akhirnya resmi menunjuk Ernesto Valverde menjadi pelatih baru mereka musim depan, menukar posisi Luis Enrique yang memutuskan mundur dari jabatannya. Valverde diumumkan sebagai pelatih baru La Blaugrana lewat situs dan media sosial resmi tim pada, Senin (29/5) malam waktu setempat. Hal ini pun sekaligus menyudahi beragam spekulasi yang beredar selama beberapa pekan terakhir ini.

“Hari ini, saya sudah bicara secara personal dengan Valverde. Ia mengakui tertarik dan merasa sangat senang dapat menjadi pelatih Barcelona,” ujar Presiden klub, Josep Maria Bartomeu.

“Valverde mempunyai kelebihan dari segi pengetahuan dan pengalamannya. Ia sering mempromosikan pemain-pemain muda ke tim utama dan mengetahui gaya bermain tim ini. Filosofi bermainnya sama seperti Barca. Ia adalah seorang pekerja keras dan selalu bekerja penuh ketertarikan,” papar Bartomeu.

Untuk Valverde sendiri, ini adalah kali kedua ia bekerja untuk Barca. Awalnya, pelatih asal Spanyol itu juga pernah memperkuat Barca saat aktif sebagai bandar bola sbobet pemain, pada periode 1988 sampai 1990. Secara keseluruhan, ia bermain dalam 29 laga dan sukses menyumbangkan 10 gol untuk tim pada pertandingan resmi. Saat itu, Blaugrana ditangani oleh Johan Cruyff. Valverde juga turut jadi bagian dari klub Catalan yang berhasil menjuarai Copa del Rey dan Piala Winners.

Ia seorang pesepakbola cerdas saat masih aktuf dulu. Saat ini pun Valverde disebut-sebut sebagai seorang pelatih yang berkelas. Ada kutipan bebrapa soal permainan Valverde ketika masih berseragam Barcelona. Ditulis UEFA.com, mendiang Johan Cruyff pernah memuji permainan Valverde.

“Ia pesepakbola yang begitu cerdas. Ia senantiasa membuktikan pada saya antusiasmenya terhadap sepakbola, begitu pula hasratnya untuk terus belajar. Ia juga menjadi satu di antara pelatih paling menjanjikan dan terbaik di Spanyol saat ini.”

Luis Enrique pun demikian. Ia menyukai ide-ide Valverde yang diaplikasikan pada timnya. “Sepanjang karier sebagai pelatih, saya kerap menghadapi tim asuhan Ernesto Valverde. Ia merupakan salah satu pelatih bagus di Spanyol. Saya menyukai gaya bermain dab karakter timnya, begitu pula dengan ide-ide yang ia aplikasikan.”

“Coba saja lihat beberapa tim yang pernah diatasinya, ia adalah seorang pelatih yang berkelas.”

Di dunia kepelatihan, Ernesto Valverde mengawalinya dengan jadi asisten pelatih di Athletic Bilbao pada musim 2001/02 silam. Valverde lalu pernah naik jabatan sebagai pelatih kepala di beberapa klub seperti Espanyol, Olympiacos, Villareal, hingga Valencia. Sebelum akhirnya ia kembali melatih Bilbao sejak tahun 2013.

Prestasi Valverde bersama Valverde terbilang cukup baik. Ia sukses mendedikasikan trofi Piala Super Spanyol 2015. Tidak main-main, Bilbao dibawanya meraih kemenangan dengan agregat telak 5-1 atas Barca pada tahun 2015. Ia juga pernah menjuarai tiga edisi Liga Yunani saat melatih Olympiacos.

Ditunjuknya Valverde sebagai pelatih anyar Barcelona ini sebenarnya bak gayung bersambut dengan pengumuman lain yang dilakukan beberapa tim Spanyol. Pertama, Juan Carlos Unzue, yang awalnya menjadi asisten Luis Enrique, pernah menjadi calon terkuat sebagai pelatih Barca sesudah Enrique mengambil keputusan mundur. Unzue digadang-gadang sebagai orang yang paling memahami isi dalam Barcelona.

Namun takdir berkata lain. Akhir pekan lalu, Unzue mengambil keputusan untuk menerima tawaran dari Celta Vigo untuk selaku pelatih kepala mereka di musim depan.  “Juan Carlos Unzue secara resmi akan melatih Celta Vigo mulai musim depan. Selamat datang!,” begitu pernyataan resmi dari Celta Vigo.

Kehadiran Unzue ke Balaidos ini tak lepas dari kepergian pelatih Celta sebelumnya, Eduardo Berizzo. Padahal, pelatih yang satu ini berhasil mengantarkan Celta sampai ke babak semi final Liga Europa musim lalu. Unzue sendiri nantinya juga akan membawa tiga orang staf yang sebelumnya sama-sama bekerja di Barcelona.

Di satu sisi, Berizzo bakal melatih Sevilla, setelah Jorge Sampaoli memutuskan untuk pulang ke negaranya dan menjadi pelatih Timnas Argentina. Sementara itu Ernesto Valverde diumumkan sebagai pelatih Barcelona, hanya beberapa hari setelah dirinya memutuskan untuk meninggalkan klub asuhannya, Athletic Bilbao. Patut dinantikan apakah Valverde akan mampu mengangkat kembali prestasi Barcelona, yang di musim 2016/17 nyaris mengalami paceklik gelar dan hanya mampu mengamankan satu trofi, yakni Copa del Rey.

Qatar World Cup – Things You Need To Know

Qatar, the country that is rich, might be safe to say filthy rich in oil money has won the right to host the 2022 FIFA world cup. By doing so, this would be the first Islamic country that would go on to host the football World Cup, and also end up making a rejuvenation of sorts to its name that has been besmirched whenever it comes to human rights and blasphemy laws. Qatar is not a football country per se, as it is extremely hot. So, why and how will people end up playing in this desert country for intense 90 minutes each and every day in order to seal the World Cup?

Gotta admit, this does look pretty awesome though!

  1. In order to make Qatar ready to host the 2022 World Cup, sbobet have been making a lot of new stadiums so as to accommodate the large amount of spectators that would descend upon this country from all across the world. In order to ensure that there is the ease and comfort necessary in order to accommodate the passengers and the spectators, modular seats has been introduced into the stadium. The design and the building of the stadium has been inspired in such a manner that it can be present all the traditional Qatar culture, so as to make it look unique and enticing to the people visiting from different parts of the world.
  2. Transportation in the form of Doha Metro, light rail transit and long-distance integrated in the project has been undertaken in order to make the entire country accessible for the people willing to visit other parts of Qatar. The civil authorities as well as the construction companies have been looking to increase the mobility of the passengers arrive in Qatar and want to visit its neighbor, Saudi Arabia.
  3. Shopping centers and malls have always been the integral part of people visiting the Middle East, and Qatar is no different. There are a lot of integrated shopping centers that you can find in and around the stadiums, and it houses over 400 international brands for you to choose from. Overall, this is an extravaganza for the people that love shopping and also have a fondness towards football.
  4. The Doha Festival city has been one of the largest retail development centers in Qatar, and it continues to entice a lot of foreign brands and establishments into its fold. One can honestly say that upon your visit to Qatar during the 2022 World Cup, you would be treated to extravagant shopping, out of the world cinema experiences and also get to look at some of the most modern setups that can be available to you.

The unique feature about Qatar is the fact that the country has been doing a lot in order to ensure that people have a wonderful time when they arrive for the World Cup. However, one also needs to be pretty careful about their freedom of speech as anything blasphemous can land them in jail.

Nemanja Matic Curi Perhatian Mourinho, Siap Tampil di Piala Super Eropa?

Belum lama menjadi bagian dari Manchester United, gelandang serang Nemanja Matic langsung membuat pelatihnya Jose Mourinho terkesan. Diboyong dari Chelsea seharga 40 juta poundsterling, Matic terlihat apik dalam memainkan laga debutnya melawan Sampdoria di Aiva Stadium Irlandia pada hari Kamis pekan lalu.

Ini menjadi laga pra-musim pertama Matic, setelah sebelumnya tak diikutsertakan dalam tur pra-musim bersama Chelsea. Di laga kontra Sampdoria itu, MU mampu memenangkan laga dengan raihan skor 2-1. Meski tidak mencetak gol, tapi penampilan Matic saat itu dinilai sangat memuaskan.

Sang juru racik Jose Mourinho, yang mengawal anak asuhnya, menurunkan formasi 3-4-2-1. Ia pun terkesan dengan kegemilangan Matic sepanjang berada di atas lapangan. Mourinho juga tak segan langsung menjadikan pemain berusia  29 tahun sebagai starter di laga debutnya. Matic pun sepertinya tak ingin kecewakan Mourinho. Tampil di barisan tengah MU, Matic nyaris sempurna dalam memutus serangan lawan.

Meskipun baru seumur jagung bersama MU, namun Matic sudah banyak memberikan dampak positif untuk setan merah. Hal ini ditunjukkan dengan rataan jumlah operan yang mencapai angka 87% saat bertanding melawan Sampdoria. Angka yang mampu membuat Matic lebih unggul dari Paul Pogba yang hanya sekitar 76,2%. Walau Mourinho hanya memberi kesempatan Matic untuk bermain selama 45 menit , namun pria berusia 54 tahun itu merasa sangat puas dengan penampilan anak asuhnya.

Mourinho juga memuji Matic dengan menyebutnya sebagai pemain brilian. Matic juga mudah beradaptasi dengan semua pola permainan yang diajarkan oleh pelatih asal Portugal itu. Meskipun begitu, bagi Mourinho Matic masih perlu banyak rombakan terlebih untuk kondisi fisiknya. Mourinho pun mengungkapkan bahwa kedatangan Matic sangat membuatnya bahagia. Terlebih lagi saat semua pinangan MU termasuk Matic, Romelu Lukaku dan Victor Lindelof rela meninggalkan klub lama mereka demi bergabung di Old Traffod.

Sebenarnya Mourinho sendiri belum puas hanya mendapat tiga pemain baru. Kabarnya MU pun masih memperjuangkan pemain sayap Inter Milan, Ivan Perisic. Namun Mourinho mengaku jika dirinya tidak terlalu ngoyo untuk dapatkan Perisic. Hal ini disebabkan karena saat memboyong tiga pemain mahal tersebut, Mourinho mengaku bahwa klubnya harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Untuk memboyong Lukaku dari Everton saja MU harus menggelontorkan uang sekitar 75 juta pound.

Terlepas dari kecemerlangan seorang Nemanja Matic dalam mengolah bola, ada hal lain yang cukup menggelitik dalam pertandingan melawan Sampdoria beberapa waktu yang lalu itu. Kejadian unik yang bermula ketika Matic yang hendak mengejar bola yang melaju keluar lapangan justru membuatnya kehilangan keseimbangan. Sempat akan terjatuh kaki Matic justru menendang bola ke kursi penonton. Bola liar itu mengenai wajah seorang perempuan berkacamata. Kejadian yang terjadi di menit ke-37 itu tak sengaja terekam kamera TV. Dalam rekaman itu, Matic terlihat menghampiri perempuan yang sedang menahan rasa sakit dan memeluknya sebagai permohonan maaf. Respon positif ditunjukkan oleh para penonton dengan memberikan tepuk tangan dan seruan untuk Matic.

Berkat penampilan apiknya ini, Nemanja Matic pun berkesempatan besar untuk tampil di laga Piala Super Eropa menghadapi Real Madrid pada hari Rabu (9/8/2017). Hal itu pula yang sempat dikatakannya pada wawancara pertamanya di MUTV. Matic merasa tak sabar untuk tampil melawan Real Madrid, walau dirinya juga tidak mau terlalu percaya diri akan diturunkan sebagai starter atau hanya dimainkan dari bangku cadangan oleh Jose Mourinho.